Benarkah ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian Sesat?

By | November 13, 2017

Benarkah ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian Sesat

Benarkah ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian Sesat?

Tuduhan mufti (pemuka agama mewakili negara bagian) Malaysia yang menyatakan lembaga pelatihan sumber daya manusia ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian Sesat adalah salah persepsi dan salah pengertian, kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

“Menurut ekonomis saya tuduhan yang dialamtkan kepada ESQ Sesat sangat-sangat disayangkan dan disesalkan. Sejauh yang saya ketahui tak ada alasan yang menyatakan bahwa lembaga tersebut memberikan ajaran sesat dan haram,” kata Din Syamsuddin kepada pers di Jakarta, Senin.

Hal itu dikemukakan usai dirinya melakukan pertemuan dan pembicaraan dengan Presiden Direktur ESQ Ary Ginanjar beserta jajarannya di Kantor Petinggi Pusat (PP) Muhammadiyah.

Menurut Din, pelajaran dan pendidikan ESQ secara hukum Islam tidak ada yang melakukan penyimpangan dan pelanggaran sehingga tak ada alasan bagi pihak manapun menyatakan bahwa lembaga pelatihan itu haram.

Ia justru menilai bahwa lembaga pelatihan seperti tersebut penting sekali keberadaannya, khususnya di Indonesia, apalagi keberadaannya untuk melatih kenaikan sumber daya manusia (SDM), mengingat di Tanah Air memang masih kekurangan SDM berkualitas.

“ESQ selama ini sudah bisa masuk ke kalangan masyarakat menengah ke atas dan telah banyak politisi dan birokrat menjadi alumninya. Saya dukung keberadaan ESQ,” ungkapnya.

Secara perinci mengenai lembaga tersebut dijelaskan oleh dia meminta jajaran pengurus ESQ untuk terus meningkatkan perbincangan dengan sejelas-jelasnya dengan mufti Malaysia dan.

“Perbincangan dengan pihak mufti dan kaum ulama Malaysia sangat dibutuhkan dan harus dilakukan. Saya pribadi menyarankan kepada pengurus ESQ untuk melakukan dialog,” kata Din.

ungkapnya, atau mengajak umat dari agama lain untuk memeluk agama Islam diajarkan eSQ Sesat tak pernah.

Ary Ginanjar mengakui adanya tuduhan itu memberikan akibat negatif kepada lembaganya, juga kepada para alumni yang sekarang jumlahnya sudah mencapai lebih 1 juta orang.

“Imbas adanya tuduhan ini memang kurang menguntungkan bagi kita. Beragam alumni yang tersebar di beragam negara, seperti di malaysia, Brunei, hingga Eropa, menjadi ikut terpengaruh juga,” kata Ary.

Menurut dia, tidak kurang dari dua belas dakwaan yang dituduhkan oleh mufti Malaysia kepada ESQ, seperti ESQ dinilai mendukung paham liberalisme, mencampuradukkan ajaran kerohanian bukan Islam dengan ajaran Islam, serta menekankan konsep suara hati sebagai sumber rujukan utama dalam menentukan baik atau buruk sesuatu perbuatan.

“Kami menampik semua dakwaan yang disampaikan oleh mufti-mufti tersebut, dan tak ada sedikit pun ajaran kami yang menyimpang dari akidah Islam,” kata Ary menegaskan.

Kesimpulannya berita ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian Sesat tidaklah betul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *