Teks Prosedur Kompleks Dalam Proposal Peternakan

By | January 13, 2018

Teks Prosedur Kompleks Dalam Proposal Peternakan – Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai teks prosedur kompleks dalam proposal peternakan. Kebutuhan bahan baku susu segar di dalam negeri hanya terpenuhi sebesar 21% dan sisanya79 % masih diimpor dari berbagai negara seperti Australia, New Zealand, Amerika Serikat dan Uni Eropa (Kemenperin, 2015). Dengan demikian perlu adanya usaha dalam bidang peternakan untuk meningkatkan produksi susu. Peningkatan produksi susu dapat dilakukan melalui perbaikan pakan. Pakan sapi perah terdiri dari hijauan dan konsentrat. Permasalahan yang sering terjadi adalah produksi susu sapi perah yang rendah, bahkan kualitas susu tidak memenuhi standar industri pengolahan susu.

Teks Prosedur Kompleks Dalam Proposal Peternakan

Dalam proposal peternakan in terdapat teks prosedur kompleks yang tersusun berdasarkan struktur teksnya. Faktor lingkungan terbesar yang berpengaruh terhadap produksi susu adalah pakan (Muktiarta, 2012). Sapi perah akan mampu berproduksi susu dengan maksimal apabila bahan pakan hijauan dan konsentrat diberikan secara seimbang disesuaikan dengan kandungan nutrisi dalam bahan pakan dan jumlah pemberiannya (Hertanto, 2005). Rasio pemberian pakan hijauan dan konsentrat perlu diperhatikan. Rasio tersebut umumnya didasarkan pada kebutuhan ternak dan kemampuan peternak dalam penyediaan bahan pakan.

Perusahaan peternakan perlu memperhatikan rasio pemberian pakan sebagai acuan perbaikan manajemen pemberian pakan. Pakan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha peternakan sapi perah. Rasio pemberian pakan yang tepat dapat menghasilkan produksi susu yang tinggi. Kegiatan ini mengkaji tentang rasio pemberian pakan hijauan dan konsentrat terhadap produksi susu yang dihasilkan. Mengetahui rasio pemberian pakan berupa pakan hijauan dan pakan konsentrat yang digunakan di PT. UPBS dan kaitannya dengan produksi susu sapi. Teks prosedur kompleks ini termasuk kedalam rumusan masalah.

Sarana informasi bagi semua pihak yang membutuhkan informasi mengenai tugas akhir ini serta dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian ataupun tugas selanjutnya. Bangsa sapi FH murni memiliki warna bulu hitam dan putih atau merah dan putih dengan batas-batas warna yang jelas, seperti warna putih pada dahi umumnya berbentuk segitiga dan bulu kipas ekor, bagian perut serta kaki dari teracak sampai lutut berwarna putih. Sapi FH memiliki tanduk yang pendek dan menuju kedepan dan mempunyai sifat jinak, tidak tahan panas tetapi mudah menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan lambat dewasa (Prihatin, 2008). Demikianlah teks prosedur kompleks dalam proposal peternakan yang dapat saya bagikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *